Kadangkala wanita pun memerlukan suatu yg dapat berikan kesegaran kembali dianya dari kejenuhannya menjalankan kegiatan setiap harinya, tidak sekedar lelaki yg dapat dengan gampang mencari kegiatan buat menghibur dianya. Teknik yg ditempuh wanita juga beraneka macam, ada penyuka belanja, ada penyuka pergi ke gunung, ada penyuka berenang serta ada penyuka beraktivitas yang lain.

Mungkin sejumlah pembaca sempat ajukan pertanyaan, apa bisa seseorang wanita pergi ke kolam renang buat berenang disana? Tidakkah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat melarang wanita buat mandi di hammaam (tempat pemandian umum di masa Rasulullah)?

Ya, benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat melarang wanita buat mandi dalam tempat pemandian umum. Beliau bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُدْخِلْ حَلِيلَتَهُ الْحَمَّامَ

“Barang siapa yg beriman pada Allah serta hari akhir karena itu jangan sampai ia masukkan istrinya ke dalan hammaam (tempat pemandian umum).”

Begitu juga sabda beliau shallallahu ‘alahi wa sallam:

مَا مِنْ امْرَأَةٍ تَضَعُ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا إِلَّا هَتَكَتْ السِّتْرَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ رَبِّهَا

“Wanita manakah yg membebaskan busananya di kecuali rumah suaminya, karena itu ia sudah menyebabkan kerusakan pertalian pada dianya dengan Allah.”

Di masa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam belumlah diketahui kamar mandi pribadi dalam rumah semasing orang. Hingga sejumlah orang lebih mementingkan mandi di hammaam, sebab disana bersisihan dengan sumur serta gampang buat ambil air darinya. Tempat pemandian umum (hammaam) di masa Nabi, tidak bercampur baur pada lelaki serta wanita. Namun, memang tetap sangat mungkin buat terlihatnya aurat satu dengan yg lainnya, hingga bisa memunculkan fitnah. Wanita sangat mungkin buat memandang aurat wanita lainnya, demikian pula dengan lelaki. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.

Bagaimana dengan kolam renang?

Hukum asal untuk seseorang wanita berenang sendirian di kolam renang tiada disaksikan oleh orang yang lain merupakan bisa. Namun, kalau ia ingin berenang di pemandian umum, ia mesti mencermati beberapa hal tersebut biar tidak terjatuh pada tindakan dosa:

Wanita yg ingin berenang mesti tutup auratnya serta kenakan pakaian tidak ketat.
Wanita-wanita yg datang di kolam renang itu mesti tutup auratnya serta kenakan pakaian tidak ketat, hingga tidak sama-sama sangat mungkin buat sama-sama memandang pada satu dengan yang lain.
Sebab Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam melarang seseorang wanita memandang aurat wanita yg lainnya, beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ

“Janganlah seseorang lelaki memandang pada aurat lelaki lainnya serta jangan sampai seseorang wanita memandang aurat wanita lainnya.”[3]

Tidak ada campur-baur pada lelaki serta wanita dalam tempat itu.
Tempat itu aman dari pandangan lelaki. Lelaki tidak dapat memandang ke dalamnya.
Memperoleh izin dari suami bila udah menikah serta dari wali bila belumlah menikah.
Walaupun ke-4 ketentuan diatas tercukupi tapi suami atau wali tidak mengijinkannya, karena itu tidak bisa seseorang wanita memaksakan dianya buat pergi kesana, sebab patuhi suami atau wali hukumnya merupakan perlu pada permasalahan-permasalahan yg mubah (bisa).

Kalau sudah tercukupi kriteria diatas, karena itu tidak kenapa seseorang wanita berenang. Kalau tidak tercukupi karena itu seseorang wanita janganlah memaksakan dianya buat pergi ke kolam renang.

Buat sekarang sangatlah jarang diketemukan kolam renang yg penuhi kriteria-kriteria diatas. Oleh karenanya, menjadi bentuk ke-wara’-an atau kehati-hatian karena itu baiknya seseorang wanita tidak berenang di kolam renang, terkecuali di kolam renang pribadi. Ini lebih baik baginya serta lebih mengawasi kesucian dianya.

Mengenai hadits ke dua yg di jelaskan diatas, karena itu ditempatkan pada kolam renang yg tidak penuhi kriteria yg sudah di jelaskan. Bila kriteria itu tercukupi, karena itu tidak ada perbedaannya dengan hukum berkumpulnya wanita dengan wanita yang lain di satu tempat. Allahu a’lam.

Serta saya pun menganjurkan pada beberapa orang yg ingin bangun kolam renang serta disewakan pada orang yang lain biar mencermati beberapa hal tersebut:

Kolam renang mesti betul-betul tertutup hingga tidak dapat tampak di luar.
Kolam renang lelaki pribadi buat lelaki serta kolam renang wanita pribadi wanita.
Menyiapkan kemeja pribadi buat berenang serta tidak membolehkan orang berenang terkecuali dengan kemeja itu, kalau kemeja yg dimanfaatkan oleh orang itu belumlah penuhi ketentuan yg sudah diputuskan syariat.
Menyiapkan ruangan rubah busana yg tertutup.
Demikian berbagai hal yg berkenaan dengan hukum wanita berenang di kolam renang. Mudahan berguna.

bonus : perihal tentang doa mandi wajib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *